Hasan dan Yanto adalah dua sahabat dari kecil, hingga keduanya telah menikah pun tetap melanjutkan persahabatan, bahkan tinggal bertetangga. Hasan sendiri seorang penyuka sejarah, hingga tidak pernah melewatkan acara Bahas Sejarah Internasional di televisi setiap malam. Smentara Yanto memilih nongkrong di warung kopi depan rumahnya.

Ketika selesai menyaksikan acara Bahas Sejarah Internasional, Hasan selalu dengan bangga menerangkan wawasan baru yang didapatnya kepada Yanto.

“To, kamu tahu nggak siapa itu Napoleon?” tanya Hasan.
“Enggak!” jawab Yanto singkat.

“Sayang sekali, kamu nggak pernah ngikuti acara Bahas Sejarah Internasional hingga kamu nggak tahu siapa itu Napoleon,” kata Hasan yang kemudian menjelaskannya dengan bangga.

Esoknya Hasan kembali bertanya pada Yanto, “Kamu tahu nggak siapa itu Jenghis Khan?”

Dan Yanto pun kembali menjawab, “Enggak!” dengan menujukan nada kesal, karena dia memang tidak suka sejarah.

Esoknya ketika Yanto melihat Hasan mendatangi dirinya usai acara Bahas Sejarah Internasional, Yanto mendahului memberi pertanyaan sebelum, “San, kamu tahu nggak siapa itu Tohir?”.

Hasan mengkerut, karena sepengetahuannya tidak ada tokoh dunia bernama besar seperti itu.

“Siapa Tohir itu To, aku nggak pernah dengar namanya dalam sejarah,” ucap Hasan balik bertanya pada Yanto.

“Wah, sayang sekali! Karena kamu setiap malam pergi ke acara Bahas Sejarah Internasional hingga membuat kamu nggak tahu siapa itu Tohir. Tohir itu lelaki kampung sebelah yang setiap malam datang selingkuh dengan istrimu sewaktu kamu sedang belajar sejarah,” jelas Yanto ketus.