Penggunaan masker medis terbukti efektif melindungi masyarakat menghadapi wabah penyakit menular, seperti flu burung dan flu babi.

Hasil riset tim peneliti Universitas New South Wales (UNSW) Australia terhadap lebih dari 280 orang dewasa dari 143 keluarga di Sydney selama musim dingin 2006 dan 2007 ini membuktikan hal itu.

Laporan hasil uji klinis tim peneliti UNSW yang diterima ANTARA dari Pejabat Humas UNSW, Steve Offner, menyebutkan pemakaian masker medis juga merupakan cara paling murah untuk melindungi masyarakat menghadapi epidemi flu babi dan flu burung di saat stok vaksin kosong atau sangat terbatas.

Disebutkan, hasil uji klinis yang membuktikan efektifitas masker medis menekan risiko penularan berbagai macam penyakit menular itu merupakan “bukti ilmiah pertama” di dunia.

Temuan tim UNSW ini juga diyakini membawa implikasi global khususnya bagi upaya menghadapi ancaman wabah flu, termasuk flu babi.

Dari laporan penelitian yang melibatkan Peneliti Bidang Epidemiologi Penyakit Penular Sekolah Kesehatan Masyarakat UNSW, Prof.Raina MacIntyre ini diketahui bahwa pemakaian masker medis terbukti membantu melindungi para pekerja kesehatan.

Hasil pengujian Prof. MacIntyre dan timnya bekerja sama dengan Pusat Pencegahan dan Kontrol Penyakit Beijing terhadap sekitar dua ribu tenaga kesehatan di lebih dari 20 rumah sakit di China menunjukkan hasil positif.

Penelitian yang didanai Kementerian Kesehatan dan Penuaan Australia juga didukung oleh tim peneliti dari Rumah Sakit Westmead Sydney, Imperial College London dan Pusat Penelitian Imunisasi Nasional.

Virus flu babi yang kini menghantui masyarakat dunia ini dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 152 orang di Meksiko dan menyebar ke AS, Kanada, Selandia Baru, Spanyol, Israel, Inggris, Australia, Brazil, Perancis, Chili, Denmark, Swiss, Austria, Kolombia, Jerman, Norwegia, Korea Selatan, serta Guatemala.