x_men_origins_wolverineSebuah kejadian tragis mengungkap siapa sebenarnya Logan (Hugh Jackman) dan saudaranya Victor (Liev Schreiber). Kedua bocah bersaudara ini ternyata adalah mutan. Logan mampu mengeluarkan cakar tajam dari sela-sela jarinya sementara Victor memiliki kuku-kuku yang sangat kuat. Kejadian tragis itu membuat kedua bersaudara ini terpaksa lari dari rumah.

X-MEN ORIGINS: WOLVERINE

Masa lalu yang suram ini membuat Logan dan Victor tumbuh menjadi dua orang yang penuh amarah. Untuk melampiaskan amarah mereka, Logan dan Victor lantas bergabung dengan tentara. Berbagai pertempuran dilalui dua saudara yang tak bisa menjadi tua atau mati ini. Suatu ketika karena kesalahan Victor, rahasia mereka berdua sebagai mutan terungkap dan ini dimanfaatkan oleh Kolonel William Stryker (Danny Huston) yang berencana membentuk satu kesatuan khusus tentara super.

Di tengah perjalanan, Logan merasa jenuh dengan kekerasan yang mereka lakukan dan memutuskan keluar dari kesatuan. Ini jelas membuat Stryker tak senang, Stryker kemudian memanfaatkan Victor dan Kayla Silverfox (Lynn Collins) untuk membawa Logan kembali untuk sebuah percobaan maut menggunakan logam Adamantium yang kemudian mengubah Logan menjadi Wolverine.

Tipu daya yang dilakukan Stryker membuat Logan dendam pada Victor yang kemudian berganti nama menjadi Sabretooth. Namun di saat rencana Stryker menjadi berantakan tak ada pilihan lain buat Stryker selain membangunkan Weapon XI (Scott Adkins) yang merupakan hasil eksperimen menggabungkan semua kekuatan mutan yang ada.

Secara umum, film ini cukup menarik untuk ditonton. Latar belakang karakter utama dapat digambarkan dengan jelas meski di awal film, penggambaran masa kecil Wolverine dan Sabretooth sempat sedikit membuat bingung. Hugh Jackman mampu menampilkan kemarahan Logan dengan baik sementara Liev Chreiber yang berperan sebagai Victor juga juga sangat menjiwai tokoh ‘pecinta kekerasan’ ini dengan baik. Yang sangat disayangkan justru chemistry antara Logan dan Silverfox yang tak terbentuk dan terasa sedikit merusak motif Logan memburu Victor.

Namun di akhir kisah, tetap saja film bertempo cepat ini masih terasa menghibur. Terlepas dari konsisten atau tidak terhadap sumber aslinya, film hasil arahan Gavin Hood ini masih tetap sebuah film yang menarik. Mungkin yang agak sedikit mengganggu alur kisah hanyalah fakta bahwa film ini adalah prekuel dari trilogi X-MEn sehingga akhir cerita mau tak mau harus mengikuti awal dari trilogi ini.